BAGAIMANA MEMPENGARUHI PERILAKU ORANG DAN WEWENANGNYA

BAGAIMANA MEMPENGARUHI PERILAKU ORANG

DAN WEWENANGNYA.

 

Mempengaruhi orang bisa dalam bentuk dan situasi apapun tergantung apa yang diinginkan oleh orang yang akan mempengaruhi.

Bagaimana mempengaruhi orang dan wewenang biasanya terjadi di dalam suatu organisasi/perusahaan untuk mencapai target yang tinggi baik secara individual maupun untuk organisasinya tersebut.

Untuk artikel ini terkecuali, karena proses mempengaruhi, menurut saya yang paling penting dibangun terlebih dahulu didalam rumah yaitu KELUARGA.

 

Seorang anak di ibaratkan seperti kertas putih yang belum ternoda

(John Locke), semua orang tua tentu ingin anaknya tumbuh cerdas dan menjadi anak yang baik. Kunci terpenting untuk menjadikan seorang anak menjadi cerdas adalah “Dengan mendengarkan anak”, penelitian telah dilakukan ahli psikologi Peabody College Vanderbilt University, anak2 belajar menyelesaikan masalah hanya dengan menjelaskan masalahnya kepada ibunya. Dan menjelaskan masalah dengan suara keras membuat anak mendengarkan dirinya sendiri dan membentuk kesimpulan2 mereka sendiri, sehingga dikemudian hari kunci ini secara positif mempengaruhi cara mereka dalam menyelesaikan masalah yang lebih sulit.

 

Sedangkan untuk menjadikan seorang anak menjadi anak yang baik, yang pertama yaitu kita harus bisa mencegah anak untuk membicarakan kejelekan dan bagaimana caranya. Salah satu contoh kita bisa mengambil metode belajar “Trail and Error Learning Thorndike (mencoba salah, lalu mencoba lagi), adapun dalam tiap tingkatan umur setiap anak berbeda2 dalam membicarakan kejelekan, yaitu :

 

 

v     Umur 4 – 6 Thn ( Tukang ngadu)

Anak diumur ini biasanya melihat sesuatu dalam hitam dan putih dan ingin selalu melaporkan segala sesuatu yang buruk termasuk hal2 yang remeh sekalipun menurut Michele Borba, merespon terhadap ucapan ini hanya memberi umpan pada dorongan melaporkan keburukan dan mengajar anak mengandalkan orang lain untuk mengatasi masalah mereka.

Solusi yang bisa dilakukan:

Jika si anak mulai mengadu, tanyakan “apakah aduan ini bisa menyusahkan?” jika ya, ingatkan si anak, bahwa kita hanya akan mendengarkan jika ia mencoba membantu orang lain. Pendekatan ini melatih si anak mengenali apa itu informasi dan apa yang tak perlu di sampaikan. Selain itu juga menanamkan rasa percaya diri yang membuat anak dapat mengatasi masalah2 kecil sendiri.

 

v     Umur 7 – 10 Thn (Membual)

Pada usia ini, anak menikmati memuji diri sendiri sebagai fase membangun identitas seperti yang dikatakan oleh Erikson dalam tahap2 perkembangan kepribadian. Jadi, jika satu anak mulai menyebutkan prestasi, akan memicu anak lain untuk menceritakan kehebatannya sendiri. Hal ini apabila dibiarkan berlarut2 dikhawatirkan akan membuat anak menjadi seorang pembual.

Solusi yang bisa dilakukan :

Sebelum mengantar anak ke rumah temannya atau bermain, minta kepada anak untuk merespon semua kabar baik yang diceritakan temannya dengan pujian. Bukan dengan membalas menceritakan kehebatannya. Jadi, dari pada mengatakan ,” saya pasti bisa menjadi penjaga gawang yang hebat untuk kesebelasan itu ”, lebih baik katakan, ”saya yakin, kamu pasti berhasil mencegah gol. Kamu penjaga gawang yang jago.” memberikan pujian  dengan cara ini mencegah membanggakan diri sendiri dan menguatkan ikatan. Selain itu, dengan mengajari anak kunci komunikasi ini, dapat membantu anak untuk menerima pujian juga.

 

v     Umur 11 Thn+ (Menyebarkan Rumor)

Biasanya anak remaja bersaing untuk status sosial dengan membesarkan-besarkan anekdot nogatif atau perilaku riskan untuk menghibur teman mereka. Untuk mendapatkan reaksi yang mereka inginkan, mereka bisa menyebarkan rumor.

Solusi yang bisa dilakukan :

Saat mendengar anak mengulang gosip yang menyakitkan seseorang, tanya kepada anak bagaimana perasaannya jika seorang temannya mengatakan hal serupa ke semua orang. Pertanyaan ini membantu anak mencoba memahami orang lain dan mengingatkannya, obrolan tentang reputasi buruk dapat dengan cepat tersebar.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: