KEKUASAAN

KEKUASAAN

 

Kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai sesuatu dengan cara yang diinginkan. Karena kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, maka mungkin sekali setiap transaksi dan hubungan social dalam suatu organisasi melibatkan penggunaan kekuasaan.

 

Saat kita bisa menguasai sebuah situasi mungkin kita mempunyai peluang untuk mendapatkan kekuasaan dalam arti dapat menguasai keadaan tersebut sehingga kita bisa menjadi sutradara bukan sebagai pemain dan kunci untuk mendapatkan itu adalah kenali kepribadian diri sendiri dan main lawan kita.

 

Dr. David Keirsey, dalam buku Please Understand Me dan The Keirsey Temperament Sorter, setelah riset lebih dari 50 tahun, menemukan perbedaan dalam gaya kepribadian (atau temperament). Dengan mengetahuinya dan memahaminya, saat kita akan melakukan presentasi untuk atasan saat ini dan atasan masa depan akan lebih sukses.

Menurut Keirsey, ada 4 grup dasar temperamen. Masing- masing orang termasuk salah satu dari grup ini. Setiap grup punya sifat- sifat khusus yang jika tidak cocok dengan atasan dan pegawai bisa meyebabkan bencana.

 

  1. Sifat masing- masing tipe Guardian (sekitar 45% dari populasi)
    • Hormat pada otoritas. Sebagai orang tertinggi dalam organisasi, atasan mempunyai jabatan lebih tinggi dalam organisasi pantas dihargai, dan sebagai pegawai akan cenderung menunda jika terjadi perbedaan diantara atasan dan pegawai.
    • Menghargai proses yang sudah ditetapkan, metode yang sudah terbukti, dan saluran yang tepat. Cara ini membuat organisasi teratur dan terhindar dari resiko tak perlu yang dapat menyebabkan kekacauan.
    • Setia pada organisasi, dan kemungkinan mendahulukan kepentingan orgnisasi diatas kepentingan individual, termasuk kepentingan sendiri.

 

  1. Tipe Rasional (sekitar 10% dari populasi)
    • Respek pada kompetisi diatas segalanya dan skeptis dengan hierarchy dan otoritas karena posisi.
    • Terus menerus mempertanyakan ststus quo dan akan meninggalkan setiap proses atau cara jika mereka menemukan proses atau metode baru yang mereka percaya lebih efisien dan efektif.
    • Setia untuk menemukan jalan yang lebih baik, dan kebutuhan- kebutuhan organisasi atau individual dikesampingkan.

 

  1. Tipe Artisan (sekitar 30% dari populasi)
    • Respek pada hasil dan menyelesaikan pekerjaan. Jika mereka mengharap, maka seorang pegawai akan segera melompat ketika diperintah, yang penting adalah hasilnya, dan mereka terbuka dengan tantangan jika seorang pegawai bisa mem back up.
    • Menolak birokrasi. Sangat utilitarian. Artisan tidak sabar dengan birokrasi, hierarchy , atau tradisi yang menghambat mereka mencapai tujuan.
    • Senang dengan kompetisi. Menang itu penting dan kemungkinan terjadi penggantian tim. Persahabatan pribadi dan kesetian tak pernah luntur, tapi dikesampingkan ketika bersaing dan muncul lagi sesudah mencapai hasil akhir.
  2. Tipe Idealistis (sekitar 15% populasi)
    • Respek pada kooperasi dan diplomasi. Idealis memandang tempat kerja sebagai arena untuk bekerja saling membantu.
    • Menghargai harmoni dan pertumbuhan individual. Tidak suka proses dan struktur organisasional yang tidak menghargai orang, atau menghambat hubungan harmonis antara orang di berbagai departemen yang beda atau fungsi pekerjaan.
    • Setia pada kebutuhan- kebutuhan individual dilingkungan mereka, dan berkemungkinan menantang aturan – aturan organisasional yang nenurut mereka merusak atau mengganggu kesejahteraan orang- orang mereka.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: